Indonesia
Ikuti kami pada:

PENANGANAN REHABILITASI UNTUK PASIEN PASCA-COVID

December 2nd, 2020

BTL_Blog_Article-1-banner_EN100_small5

 

Pasien yang menderita COVID-19 dan telah sembuh, mungkin memerlukan tindakan rehabilitasi pada sistem pernapasannya. Mengapa demikian? Karena ada beberapa orang yang positif COVID-19 dan telah sembuh, namun tidak semua organnya sudah pulih kembali selayaknya orang normal. Sistem pernapasan adalah salah satu dari organ yang terkena dampak dari virus COVID-19 ini. Kira-kira 1sekitar 10-15% kasus berkembang menjadi penyakit parah, dan sekitar 5% menjadi sakit kritis.

Rehabilitasi diperlukan dalam perawatan sistem pernapasan dan tentunya merehabilitasi fisik dari pasien yang belum sepenuhnya pulih dari COVID-19. Rehabilitasi paru berfokus pada pengelolaan kondisi pernapasan akut dan kronis dengan tujuan untuk meningkatkan pemulihan fisik pasien.

Super Inductive System, menggunakan teknologi mutakhir dengan medan elektromagnetik intensitas tinggi, menghasilkan kontraksi otot pernapasan yang intens namun tetap lembut. Tujuan dari rehabilitasi paru dengan Super Inductive System adalah untuk memperkuat diafragma, otot interkostal, dan meningkatkan sirkulasi darah pada area toraks.

Serangkaian studi kasus dilakukan pada pasien pasca-covid, untuk mengevaluasi efektivitas rPIS dalam protokol rehabilitasi komprehensif selama 4 minggu, yang terdiri dari penguatan otot pernapasan dan pengobatan gangguan muskuloskeletal pada gangguan motorik sentral. Setelah protokol rehabilitasi intensif selama 4 minggu, perbaikan signifikan dari parameter spirometri, serta perbaikan sistem muskuloskeletal pasien diamati. Kesimpulannya adalah bahwa rPIS dapat diintegrasikan secara efektif dalam perawatan rehabiltasi yang komprehensif dan mencakup berbagai efek terapeutik.